Menaker: Arab Saudi Buka Lowongan Pekerjaan 20 Ribu Tenaga Perawat

arab saudi
Menaker Ida Fauziyah melakukan pertemuan bilateral dengan Ahmed Al-Rajhi Menteri Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi / Foto : Istimewa

JAKARTA, INDOtayang.COM— Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi Ahmed Al-Rajhi di Dubai, Persatuan Emirat Arab, pada Kamis, 28 Oktober 2021.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmed Al-Rajhi menawarkan pembentukan kerja sama kedua negara di bidang penempatan tenaga kerja sektor formal dalam skema professional examination. Arab Saudi menyampaikan harapan, agar Indonesia dapat berpartisipasi dalam skema tersebut.

Penyataan Menaker Indonesia

“Kami menyambut baik tawaran pihak Arab Saudi tersebut dan telah menyampaikan kesediaan untuk mengadakan pertemuan lebih lanjut dengan pihak Arab Saudi,” ujar Ida Fauziyah, Minggu (31/10/2021).

Menaker mengatakan pemerintah kini tengah berupaya meningkatkan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor formal.

Pertemuan bilateral dengan Arab Saudi menyepakati beberapa hasil antara lain pembentukan kerja sama penempatan dan pelindungan pekerja migran

Pada sektor formal dalam skema professional examinations dan review Technical Agreement terkait Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK).

“Kami sepakat akan membentuk joint working group antara Indonesia dengan Arab Saudi untuk menindaklanjuti proses pelaksanaan proyek (one channel system /SPSK),” kata Ida.

Selanjutnya menaker menambahkan pembahasan lainnya yakni mengenai tindak lanjut tawaran Pemerintah Arab Saudi

Terhadap rencana kerja sama penempatan tenaga kerja profesional, khususnya penempatan non-pekerja domestik.

Arab Saudi Buka Lowongan Pekerjaan Tenaga Perawat

“Pemerintah Arab Saudi memerlukan tenaga perawat sekitar 20 ribu yang memiliki kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Arab,” ujar Ida.

Dia menyebut Arab Saudi telah melakukan inisiatif dan pencapaian dalam pengembangan lingkungan kerja di sektor ketenagakerjaan.

Pertemuan dengan Ahmed Al-Rajhi, menurut Ida, juga menyinggung tiga permasalahan, yaitu soal hak perlindungan dan lingkungan. Yaitu mengenai inisiatif reformasi ketenagakerjaan, otentikasi kontrak kerja, proyek atase tenaga kerja, dan program pelindungan pengupahan.

Kemudian tentang transformasi digital, yakni portal pasar tenaga kerja terpadu, program verifikasi keterampilan. dan penyelesaian sengketa ekosistem.

Dan pembahasan RI dengan Arab Saudi mengenai pekerja domestik, yaitu terkait otentikasi aplikasi rekrutmen, asuransi kontrak dan program pelindungan pengupahan. (Yan)

Sumber : Tempo.co