Komisi IV DPR Sebut Program Tanam Singkong adalah Kebijakan Keliru

  • Bagikan
singkong
Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka menilai program tanam singkong dalam proyek food estate adalah kebijakan keliru/Foto: Tanaman Singkong/Istimewa.

JAKARTA, INDOtayang.COM — Anggota Komisi IV DPR RI, Suhardi Duka menyebut, bahwa program tanam singkong dalam proyek food estate pemerintah adalah suatu kebijakan keliru.

Sebab, proyek tersebut dilakukan dengan cara mengkonversi kawasan hutan yang masih alami. Untuk menggantinya dengan tanam singkong sebagai upaya menambah cadangan pangan strategis.

“Kawasan hutan yang masih alami itu bagaikan emas. Jadi, kita membuang emas untuk menanam suatu yang bagaikan perak,” ujar Suhardi, di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Bayangkan, kata Suhardi, bagaimana daya dukung ekonomi terhadap singkong itu dibandingkan dengan daya dukung ekonomi terhadap lingkungan itu sendiri.

“Kita salah mengambil prioritas dalam mengambil kebijakan,” ungkapnya.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini juga menilai, kepentingan rakyat dalam proyek food estate tersebut kecil, daripada kepentingan perusahaan (korporasi) yang mengelolanya, atau off-taker.

Karena itu, Suhardi meminta agar tidak mengambil kebijakan yang bersifat jangka pendek dan bersifat ekonomi semata.

“Negara Indonesia ini kaya. Tetapi, kalau kita salah dalam me-manage dalam jangka pendek kita kehilangan segalanya,” jelasnya.

  • Bagikan