Kisah Nabi Nuh AS dan Banjir Besar Yang Menenggelamkan Kaumnya

  • Bagikan
nabi nuh
Allah SWT mengutus Nabi Nuh AS karena berhala-berhala dan thaghut-thaghut waktu itu menjadi sesembahan manusia/Foto: Ilustrasi Bahtera Nabi Nuh AS/Istimewa

JAKARTA, INDOtayang.COM — Allah SWT mengutus Nabi Nuh AS karena berhala-berhala dan thaghut-thaghut waktu itu menjadi sesembahan manusia. Pada masa itu, manusia berada dalam kesesatan dan kekafiran.

Allah mengutus Nabi Nuh sebagai rahmat bagi para hamba-Nya. Dia adalah Rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi.

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam bukunya Al-Bidayah Wan-Nihayah yang diringkas Ahmad Al Khani menjelaskan, ketika Allah mengutus Nabi Nuh, Allah berseru kepada seluruh manusia untuk mengkhususkan penyembahan hanya kepada Allah yang tiada sekutu bagi-Nya.

Allah menyeru manusia agar tidak menyembah patung, berhala atau thaghut. Manusia harus mengakui keesaan Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah.

وَقَالُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَاعًا ەۙ وَّلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًاۚ

“Dan mereka berkata, jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwa, yagus, ya‘uq dan nasr.” (QS Nuh: 23)

Di dalam ayat ini dijelaskan, pembesar-pembesar umat Nabi Nuh AS meminta kaumnya agar tidak meninggalkan tuhan-tuhan yang nenek moyang mereka dahulu sembah.

Menyuruh mereka untuk tetap menyembah berhala-berhala mereka yaitu wadd, suwa, yuguts, ya’uq dan nasr.

Ibnu Abbas mengatakan, wadd, suwa, yuguts, ya’uq dan nasr adalah nama orang-orang shalih dari kalangan kaum Nabi Nuh AS.

Ketika mereka meninggal, syetan memberikan intuisi kepada kaumnya agar berkumpul di majelis-majelis tempat para ulama itu sering mengadakan perkumpulan dengan memasang berhala-berhala berupa gambar mereka.

Mereka memberi nama berhala-berhala itu dengan nama orang-orang shalih tersebut.

  • Bagikan

Respon (1)

Komentar ditutup.