Penyebab Kaum Madyan Diazab Allah Menurut Catatan Ibnu Katsir

  • Bagikan
nabi luth
Penduduk Madyan termasuk bangsa Arab, mereka tinggal di kota yang dengan nama Madyan terletak di bumi Ma'an yakni di ujung negeri Syam/Foto: Ilustrasi/Istimewa

JAKARTA, INDOtayang.COM — Penduduk Madyan termasuk bangsa Arab, mereka tinggal di kota yang dengan nama Madyan. Kota tersebut terletak di bumi Ma’an yakni di ujung negeri Syam, dekat dengan Hijaz dan dekat tempat kaum Nabi Luth dulu Alah binasakan.

Penduduk itu berasal dari Bani Madyan, mereka adalah orang-orang kafir. Mereka suka mengganggu orang-orang yang sedang dalam perjalanan.

Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam bukunya Al-Bidayah Wan-Nihayah yang diringkas Ahmad Al Khani menjelaskan, kaum Madyan adalah sejahat-jahatnya manusia dalam pergaulan sehari-hari.

Mereka menipu dalam takaran dan timbangan. Mereka mengambil lebih dan membayar kurang.

Oleh karena itu, Allah mengutus kepada mereka seorang laki-laki dari golongan mereka sendiri. Dia adalah utusan Allah, Nabi Syuaib alaihissalam.

Nabi Syuaib menyeru Kaum Madyan untuk beribadah hanya kepada Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya. Nabi Syuaib melarang mereka melakukan perbuatan-perbuatan buruk.

Sebagian dari mereka beriman kepada Allah, namun kebanyakan dari mereka tetap dalam kekafiran.

Kaum tersebut juga diberi peringatan dengan kejadian yang menimpa kaum Nabi Luth di Kota Sodom.

Kaum Nabi Luth adalah kaum yang paling dekat dengan kaum Madyan dari sisi waktu dan tempat.

Akan tetapi, kebanyakan dari kaum Madyan tidak menyambut seruan kebenaran dari Nabi Syuaib.

Kemudian Nabi Syuaib berdoa untuk keburukan mereka, dan Allah tidak menolak doa para utusan-Nya, jika utusan-Nya meminta pertolongan dari kejahatan orang-orang kafir.

Akhirnya azab datang. Gempa yang dahsyat melandan kaum maydan, diperdengarkan kepada mereka teriakan yang sangat kuat, dan mereka menyangka awan sebagai naungan dan menimpanya padahal siksa.

Allah mengirim kepada mereka percikan-percikan dan lidah api, sehingga mereka hancur binasa.(One/Jack)

Sumber : Republika

  • Bagikan