RELIGI  

Kisah Nabi Sulaiman Melihat Keajaiban Pemuda yang Berbakti Kepada Ibu

nabi sulaiman
Nabi Sulaiman Alaihissalam terbang bersama angin di atas samudera. Pada saat terbang, beliau melihat ombak besar yang sangat mengerikan/Foto Ilustrasi/Istimewa

JAKARTA, INDOtayang.COM — Alkisah, sebagaimana terdapat dalam kitab An-Nawadir al-Qulyubi karya Ahmad Syihabuddin al-Qulyubi bahwa suatu hari Nabi Sulaiman Alaihissalam terbang bersama angin di atas samudera.

Pada saat terbang, beliau melihat ombak besar yang sangat mengerikan. Nabi Sulaiman AS pun menyuruh angin tersebut untuk berhenti sejenak.

Nabi Sulaiman kemudian memberi tugas para setan dan jin untuk menyelam ke laut, dan melihat apa yang terjadi di dalamnya.

Satu persatu, setan dan jin tersebut mulai menyelam dan menemukan sebuah kubah yang tidak berpintu yang terbuat dari batu zamrud putih.

Mereka kemudian melaporkan hal tersebut kepada Nabi Silaiman, dan Nabi lalu memberi perintah supaya kubah tersebut diangkat ke atas.

Setelah melihat kubah tersebut, Nabi terheran-heran. Beliau lalu berdoa, dan jadilah kubah tersebut retak hingga pintunya terbuka. Ternyata di dalamnya ada sosok anak muda yang sedang bersujud kepada Allah SWT.

Nabi Sulaiman As lalu bertanya, “Kamu ini malaikat apa jin?”

Sang pemuda menjawab, “Aku bukan malaikat ataupun jin, aku adalah manusia.”

Nabi Sulaiman As pun kembali bertanya, “Dengan sebab apa engkau mendapatkan kemuliaan sebesar ini?”

Pemuda tersebut menjawab, “Karena berbakti kepada ibu. Saya punya ibu tua renta yang tidak berdaya, dan saya menggendongnya kemana pun saya pergi. Lalu ibuku berdoa, “Ya Allah, Anugerahkanlah ia keberuntungan, dan setelah aku mati nanti tempatkanlah ia tidak di langit maupun di bumi.”

Setelah ibunya meninggal, sang pemuda berjalan di pantai dan melihat sebuah kubah dari batu zamrud putih. Ketika pemuda tersebut menghampirinya, pintu kubah membuka sendiri.

Lalu si pemuda masuk ke dalam, lantas pintu kubah menutup sendiri dengan kekuasaan Allah SWT. Setelah itu, sang pemuda tidak tau ada di mana dirinya.

Apakah ada di bumi, di udara atau di langit, Allah SWT selalu memberinya rezeki di dalam kubah itu.

Respon (1)

Komentar ditutup.