Kisah Nabi Nuh, Azab Allah Mengirim Air Bah Genangi Bumi 5 Bulan

  • Bagikan
nabi nuh
Kisah Nabi Nuh Alaihisalam merupakan nabi ulul azmi yakni utusan Allah SWT yang tabah dalam berdakwah dan menghadapi pembangkangan kaumnya/Foto Ilustrasi/Istimewa

JAKARTA, INDOtayang.COM– Kisah Nabi Nuh Alaihi salam (AS) merupakan salah satu nabi ulul azmi yakni gelar khusus bagi utusan Allah yang tabah dalam berdakwah dan menghadapi pembangkangan kaumnya. Ada lima nabi bergelar ulul azmi, yakni Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Nuh as, Nabi Isa as, dan Muhammad SAW.

Nabi Nuh merupakan putra Lamak Bin Matusyalkho Bin Idris Alaihis Salam. Imam Kisa’i dalam Kitab Bada’i Izzuhur mengatakan, nama Nabi Nuh adalah Abdul Ghaffar atau Yasykur dan sebab terjadinya menamakannya Nuh yaitu ceritanya ia melihat anjing mempunyai empat mata lalu Nuh berkata: anjing ini sangat jelek menjijikkan.

Setelah ingat kata-kata tadi,Abdul Ghaffar terus menangis. Dia menangisi kesalahan dan dosanya. Karena seringnya dia menangis maka dinamakanlah dia Nuh (menangis).

Alah SWT mengutus Nabi Nuh AS untuk kaumnya di kawasan Sungai Eufrat dan Tigris. Di wilayah itu, ada raja zalim bernama Darmasyil. Dia adalah manusia yang pertama kali memeras arak dan meminumnya, juga orang yang pertama kali bermain judi, juga orang pertama kali yang membuat baju dengan hiasan emas.

Dia dan kaumnya adalah penyembah lima berhala, yaitu wad, siwa’, yaghus,ya’uq dan nasr. Dan dalam Alqur’an sudah menyebutkan Berhala-berhala itu.

Konon berhala-berhala ini dikelilingi 1.700 berhala. Pada berhala itu dibuatkan rumah yang terbuat dari marmer yang berwarna-warni. Di setiap satu rumah panjangnya 1000 dziro’,begitu juga lebarnya.

Berhala-berhala itu ada kursi-kursi yang terbuat dari emas yg di dalamnya terdapat bermacam-macam perhiasan yang megah serta ada pelayan yang melayaninya pada siang malam,dan juga mempunyai hari raya yang diperingati setiap tahunnya.

Malaikat Jibril datang menemui Nabi Nuh

Pada hari raya itu Nuh keluar,dan mereka pada menyalakan api disekitar berhala-berhala itu mempersembahkan kurban lalu mereka semua bersujud memulyakan berhala-berhala tadi. Mereka semua membawa alat-alat musik,menabuh gong dan menari-nari berpesta ria sambil meminum arak dan berpesta seks.

Ketika Nuh berusia 480 tahun datanglah malaikat Jibril Alaihis Salam. Malaikat Jibril lalu berkata: “Saya utusan Tuhan semesta alam. Saya datang padamu membawa risalah. Sungguh Allah telah mengutusmu untuk umatmu..’

Lalu jibril mengenakannya baju mujahidin dan mengenakannya surban kemenangan serta memberinya ikat pinggang saiful azmi dan berkata padanya: “Berilah peringatan pada musuh Allah yang bernama Darmasyil Bin Fumail Bin Jij Bin Qabil Bin Adam.”

Namun, peringatan dan ajakan Nabi Nuh as tersebut sang raja dan rakyatnya tidak menggubris. Nabi Nuh kemudian mengadukan masalah itu kepada Allah SWT sebagaimana yang termaktub dalam Alquran.

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ دَعَوْتُ قَوْمِيْ لَيْلًا وَّنَهَارًاۙ فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَاۤءِيْٓ اِلَّا فِرَارًا

Artinya: Nuh berkata, ” Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (QS. Surat Nuh: 5-6)

وَقَالَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا اِنَّكَ اِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوْا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوْٓا اِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا

Artinya: Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. (QS. Nuh: 26-27)

Maka Allah memperkenankan doanya dan membinasakan semua manusia yang ada di muka bumi dari kalangan orang-orang kafir hingga anak Nuh sendiri yang memisahkan diri dari ayahnya dan bergabung dengan kaumnya dalam kekafiran.

Nabi nuh membuat bahtera besar

Sebelum datang azab berupa banjir besar, Allah SWT perintahkan Nabi Nuh untuk membuat bahtera besar tiga lantai dengan panjang 200 meter. Nuh bersama para pengikutnya yang beriman membuat bahtera besar di sebuah gurun. Aksi Nabi Nuh tersebut menjadi bahan olok-olokan kaumnya.

Hingga suatu hari, badai itu datang. Hujan deras dan badai menerjang seluruh daerah tempat kaum Nabi Nuh berada. Dengan cepat, Nabi Nuh dan pengikutnya serta hewan ternak dan membawa ke bahtera besar itu tujuh bahan pokok sebagai perbekalan.

Nabi Nuh menunggu anaknya yang berharap bisa naik ke kapalnya. Nabi Nuh memanggil-manggil anaknya hingga tiga kali, namun anaknya lebih memilih mengungsi ke gunung yang mengganggap bisa menyelamatkannya dari banjir.

Anaknya itu mengatakan seperti yang Allah Swt ceritakan melalui firman-Nya:

سَآوِي إِلى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْماءِ قالَ لَا عاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ وَحالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah. Nuh berkata, “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (Hud: 43)

Mengenai lama masa banjir menggenangi bumi ini Ulama’ berbeda pendapat, sebagian ulama’ berpendapat : “Banjir itu menggenangi bumi selama 6 bulan” Sebagian ulama’ lagi berpendapat bahwa banjir itu menggenangi bumi selama 150 hari (5 bulan).

Setelah hampir enam bulan, perahu Nabi Nuh berlabuh tepat pada Hari Asyuro,yaitu tanggal 10 dari Bulan Muharram. Kemudian berpuasalah Nabi Nuh pada hari itu sebagai ungkapan syukur kepada Allah. Nabi Nuh juga memerintahkan semua penumpang untuk ikut menunaikan puasa sebagai tanda syukur atas kenikmatan yang telah oleh Allah SWT berikan. Para hewan semua juga ikut melakukan puasa . Wallahu A’lam Bish Showab.(One)

(Sumber: tafsir Ibnu Katsir, PISS-KTB)
inews

  • Bagikan