Sandiaga Uno Tinjau Ulang Penerbangan Asing ke Bali dan Kepri

  • Bagikan
sandiaga uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memastikan bakal meninjau ulang pembukaan pintu masuk bagi wisman dari 19 negara/Foto: Sandiaga Uno/Istimewa

JAKARTA, INDOtayang.COM — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memastikan bakal meninjau ulang pembukaan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara dari 19 negara ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).

Sebagaimana diketahui, sejauh ini penerbangan asing boleh masuk langsung ke Bali dan Kepri.

Hal itu seiring munculnya varian baru Covid-19, Omicron, dari Afrika Selatan yang menyebar ke sejumlah negara.

“Akan mengevaluasi jumlah negara (yang boleh) karena ada beberapa negara yang mengalami lonjakan kasus baik sebelum maupun sesudah munculnya Omicron,” kata Sandiaga Uno dalam konferensi pers virtual, Senin (29/11/2021).

Sandiaga Uno mengatakan, dalam rapat terbatas yang akan digelar pada hari ini turut akan membahas kebijakan tersebut.

Sebab, kemunculan varian Omicron pasti berdampak bagi sektor pariwisata Indonesia meskipun hingga saat ini Indonesia masih aman dari paparan varian tersebut.

Adapun 19 negara yang saat ini yang boleh melakukan penerbangan asing langsung ke Bali dan Kepri di antaranya Arab Saudi.

Kemudian Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, dan Korea Selatan. Selanjutnya Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Sandiaga menegaskan, kemunculan varian baru itu pemerintah harus menyikapi secara hati-hati. Karena sejak muncul di Afrika Selatan, tingkat penyebaran Omicron ternyata lebih cepat dari varian Delta.

Sebagai gambaran, Indonesia mengalami puncak lonjakan kedua Covid-19 akibat varian Delta pada Juli lalu dan mencatat angka penularan harian hingga 50 ribu kasus.

“Karena tingkat penyebaran yang sangat cepat dan banyak informasi yang belum bisa diperoleh, maka untuk menghindari lonjakan baru, pemerintah akan melakukan beberapa kebijakan, salah satunya pembaruan daftar negara,” kata dia.

  • Bagikan

Respon (1)

Komentar ditutup.