Kisah Horor Gunung Gede Pangrango, Kuntilanak Hingga Raksasa Hitam

gede pangrango
Gunung Gede Pangrango satu dari sekian banyak lokasi pendakian yang terletak di Jawa Barat yang juga memiliki mitos hingga kisah horor./ Foto : Istimewa

BOGOR, INDOtayang.COM — Gunung Gede Pangrango merupakan satu dari sekian banyak lokasi pendakian di Pulau Jawa yang digemari para pendaki. Terletak di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat. Sebagaimana gunung lainnya, Gunung Gede Pangrango juga memiliki mitos yang menyelimuti hingga kisah misteri yang kerap jadi buah bibir dari mulut ke mulut, dan secara turun-temurun.

Gunung Gede Pangrango sebenarnya merupakan dua gunung yang terpisah, namun puncaknya saling terhubung oleh punggung gunung di ketinggian 2.400 mdpl.

Melansir berbagai sumber, berikut sebagian mitos dan kisah misteri Gunung Gede Pangrango.

Alun-alun Suryakancana

Alun-alun ini menjadi salah satu tempat yang disakralkan oleh masyarakat sekitar gunung. Disebut alun-alun karena tempat ini berupa padang savana yang luas.

Terletak di ketinggian 2.750 mdpl, Alun-alun Suryakencana menyajikan pemandangan yang indah, lengkap dengan hamparan bunga edelweis.

Tempat ini disakralkan karena menjadi lokasi Pangeran Suryakencana menyepi bersama keluarganya. Selain itu, Alun-alun Suryakencana juga merupakan lokasi persembunyian Prabu Siliwangi saat menghadapi kerajaan Islam.

Kisah Kandang Batu

Kandang Batu merupakan salah satu pos pendakian yang ada di Gunung Gede Pangrango.

Melansir berbagai sumber, seseorang berinisial DN menceritakan pengalaman kedua temannya yang berinisial M dan I ketika melakukan pendakian di gunung ini pada 2010 lalu.

Keduanya sedang berada di luar tenda ketika M disentuh dan diajak berbicara oleh suara yang sangat mirip dengan suara I.

Suara itu berasal dari belakang, padahal I tepat berada di sampingnya. Menurut M, sosok yang mengganggunya adalah sosok kuntilanak penunggu wilayah setempat.

Di Peluk Raksasa Hitam

Kisah lainnya seorang pendaki perempuan menceritakan pengalaman pendakiannya pada kawasan Gede Pangrango.

Ketika itu, pendaki tersebut dan rombongannya mendaki dalam cuaca hujan. Ketika sampai ke pos pendakian ketiga, hujan semakin bertambah deras.

Hal ini membuat pendaki tersebut dan rombongannya memutuskan untuk berteduh di shelter. Lalu rombongan mereka sampai ke Suryakencana ketika maghrib.

Ketika itu, pendaki perempuan yang berinisial G ini sedang haid. Karena ingin buang air kecil, pendaki tersebut pergi sendiri untuk menuntaskan hajatnya.